Karena Kita Semua Istimewa

 


Pendidikan adalah hak asasi manusia dan fondasi untuk membangun masyarakat yang lebih adil dan damai” – Kofi Annan-

Oleh: Ainun Rokhmiatun, S.Psi.

Pendidikan inklusi merupakan pendekatan dalam pendidikan yang mengakomodasi keberagaman siswa untuk dapat belajar dalam lingkungan yang sama. Pasal 32 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan bahwa pendidikan harus memberikan kesempatan yang sama bagi semua warga negara tanpa diskriminasi, termasuk bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Sedangkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusi mengatur tentang pelaksanaan pendidikan inklusi di sekolah dan menetapkan bahwa semua sekolah, termasuk sekolah swasta, harus menyediakan layanan pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus.

Menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak, terutama bagi siswa berkebutuhan khusus, merupakan salah satu tantangan yang dihadapi oleh SMPIT Darul Abidin dalam menyelenggarakan pendidikan inklusi. Karena pada kenyataannya, belum semua pihak dapat menerima keberadaan anak berkebutuhan khusus. Kurangnya pengetahuan tentang anak berkebutuhan khusus, baik itu berkaitan dengan jenis kekhususan yang dimiliki, bagaimana membangun komunikasi, dan apa yang harus dilakukan jika tiba-tiba tantrum, merupakan beberapa hal yang menjadi tantangan tersendiri bagi segenap warga sekolah.

Sehingga, salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut adalah dengan membangun kepedulian, kepekaan, dan empati terhadap siswa berkebutuhan khusus di kalangan siswa, guru, orang tua siswa, serta seluruh stakeholder sekolah terlebih dahulu. Jika kepedulian, kepekaan, dan empati telah terbangun maka penerimaan terhadap anak berkebutuhan khusus pun dapat  terwujud.

SMPIT Darul Abidin telah melakukan beberapa kegiatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan membangun kepedulian bagi anak berkebutuhan khusus. Kegiatan yang dilakukan antara lain :

1. Sosialisasi SMPIT Darul Abidin sebagai sekolah penyelenggara pendidikan inklusi pada Welcome Day For Parents

Kegiatan rutin awal tahun ajaran baru, terutama bagi orang tua siswa kelas tujuh yang baru bergabung di SMPIT Darul Abidin. Pada kegiatan ini diperkenalkan bahwa SMPIT Darul Abidin merupakan sekolah penyelenggara pendidikan inklusi yang menerima anak berkebutuhan khusus. Sehingga, sekolah mengakomodasi beberapa kurikulum dan strategi pembelajaran pun disesuaikan dengan kekhususan siswa.

2. Sharing with our special friends

Kegiatan memperkenalkan siswa berkebutuhan khusus ke teman-teman di kelas regular dengan menampilkan keunggulan bakat yang dimiliki. Pada kegiatan ini, teman-teman di kelas regular diajak untuk membuat karya tertentu dengan dibimbing oleh siswa berkebutuhan khusus. Harapannya, teman-teman di kelas regular mendapat insight atau pencerahan bahwa siswa berkebutuhan khusus juga memiliki keunggulan tertentu, tidak kalah dengan siswa regular. Sehingga, pandangan teman-teman di kelas regular tidak hanya berfokus pada kelemahan atau kekurangan siswa berkebutuhan khusus saja.

3. Sharing about my beloved special brother.

Kegiatan mengundang teman di kelas regular yang memiliki saudara kandung berkebutuhan khusus untuk menceritakan suka dan duka memiliki saudara berkebutuhan khusus. Sharing session ini menekankan persepsi terhadap anak berkebutuhan khusus dilihat dari kacamata sesama remaja. Usia pembicara yang setara dan penggunaan bahasa yang akrab ditelinga remaja, membuat kegiatan ini sangat mengena dan berkesan bagi para siswa. Mereka dapat ikut merasakan kesedihan, perjuangan, tantangan, dan kebahagiaan yang dirasakan oleh pembicara ketikan menceritakan pengalamannya.

4. Sharing with special parents

Kegiatan mengundang orang tua yang memikili anak berkebutuhan khusus untuk berbagi pengalaman dalam mendidik anak istimewa. Perjuangan yang tidak mudah, namun dapat dilewati. Sepanjang perjalanan usia siswa berkebutuhan khusus adalah proses belajar. Karena anak berkebutuhan khusus adalah unik, sehingga orang tua perlu untuk terus belajar bagaimana memberikan penanganan yang tepat.

5. Pertemuan rutin dengan psikolog sekolah dan guru pendamping khusus

Kegiatan yang memfasilitasi para guru di kelas regular untuk dapat belajar dan berbagi pengalaman dengan psikolog sekolah serta guru pendamping khusus tentang keunikan dan kekhasan dalam menghadapi anak-anak berkebutuhan khusus di SMPIT Darul Abidin. Cerita indah, duka, dan tawa terangkum dalam pertemuan ini. Karena sejatinya, setiap anak istimewa. Dan, peran guru adalah untuk mengakomodir keberagaman dan keistimewaan yang ada pada peserta didik.

Dengan menyelenggarakan pendidikan inklusi, SMPIT Darul Abidin tidak hanya mendukung siswa berkebutuhan khusus, namun juga membentuk karakter siswa secara umum untuk lebih peduli, berempati, dan menghargai perbedaan. Dengan berbagai kegiatan yang telah dilakukan, menunjukkan pula bahwa SMPIT Darul Abidin memiliki komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak. Bukankah setiap orang adalah istimewa?

“Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti,”  

(QS. Al-Hujurat [49]: 13).

Comments