Mengasah Kompetisi Sehat dan Kerja Sama Melalui Kegiatan "TOP TEN"



Mengasah Kompetisi Sehat dan Kerja Sama Melalui Kegiatan "TOP TEN"

Oleh: Ria Agustina, M.Pd


    Henry Ford pernah berkata, "Bersama-sama adalah awal, menjaga kebersamaan adalah

kemajuan, dan bekerja bersama adalah keberhasilan." Kata-kata ini menjadi dasar dari kegiatan

Top Ten yang saya adakan setiap minggu di akhir pelajaran matematika. Kegiatan ini

memberikan tantangan kepada siswa dengan soal-soal yang harus mereka selesaikan, dan

hanya sepuluh siswa tercepat yang akan mendapatkan poin tambahan. Awalnya, saya sempat

ragu apakah kegiatan ini akan diminati siswa, terutama oleh mereka yang mungkin kurang

menyukai matematika. Namun, seiring berjalannya waktu, saya menyaksikan antusiasme yang

berkembang di antara siswa, termasuk dari mereka yang awalnya terlihat kurang tertarik.


    Kegiatan Top Ten ini tidak hanya mendorong siswa untuk berlomba menjadi yang tercepat,

tetapi juga membangun semangat kerja sama yang positif. Siswa yang sudah menyelesaikan

soal dan telah mendapatkan peringkat, dengan sukarela membantu teman-teman mereka yang

masih mengalami kesulitan. Diskusi kelompok terbentuk secara alami, dengan siswa saling

berbagi cara penyelesaian soal. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan Top Ten tidak hanya

menumbuhkan jiwa kompetitif yang sehat, tetapi juga membangun sikap saling mendukung di

antara siswa.


    Pada setiap akhir sesi, saat daftar sepuluh besar diumumkan, ada sorakan dan semangat dari

seluruh kelas. Saya memanfaatkan momen ini untuk menekankan pentingnya kompetisi yang

sehat serta sikap saling membantu. "Lihat, kalian semua bisa bersaing secara positif sambil

bekerja sama," saya katakan kepada mereka. Kegiatan ini menjadi pelajaran berharga bagi

mereka bahwa pencapaian terbaik bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga kemampuan untuk

berbagi ilmu dengan teman.


    Sejak Top Ten diadakan secara rutin, saya melihat perubahan positif dalam suasana kelas.

Bahkan siswa yang awalnya tidak begitu tertarik pada matematika mulai bersemangat dan ingin

terlibat. Mereka saling mendukung untuk mencapai peringkat sepuluh besar. Setiap minggu,

mereka menantikan kegiatan ini sebagai momen untuk mengukur kemampuan mereka sambil

bekerja sama. Atmosfer kelas menjadi lebih hidup, dan saya merasakan peningkatan motivasi

belajar mereka.


    Kegiatan Top Ten ini mengingatkan saya akan pentingnya menciptakan suasana belajar yang

memotivasi dan menumbuhkan sikap kolaboratif. Melalui kompetisi sehat dan kerja sama,

siswa belajar lebih dari sekadar matematika, mereka belajar untuk menghargai pencapaian dan

kontribusi satu sama lain. Saya bersyukur bisa menyaksikan perkembangan mereka, dan

berharap semangat ini terus terbawa dalam perjalanan belajar mereka di masa depan.

Comments