Berinteraksi Menumbuhkan Literasi



Berinteraksi Menumbuhkan Literasi

Oleh: Fitri Widya Ayuningsih, S.Pd.


"Jangan simpan sisa uang setelah dibelanjakan. Sebaliknya, belanjakan hanya uang yang tersisa setelah

menabung.” – Warren Buffet


Kalimat yang sering tersampaikan kepada anak-anak biologisku di rumah, dan anak-anak ideologisku di

sekolah. Semangat menabung menyisihkan sebahagian uang yang mereka dapatkan untuk kehidupan di

masa depannya.

Suatu hal yang sederhana tapi butuh kesungguhan dalam menjalankannya. Selaras dengan Materi

pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di kelas 9 Sekolah Menengah Pertama sub bab literasi finansial inilah

yang membuatku berfikir bagaimana bisa disajikan di dalam kelas bersama para murid dengan menarik

dan juga interaktif.

Yap terbetik ide pembelajaran dengan cara murid berkelompok mencari 5 orang responden baik dari

kalangan orang tua murid, guru, maupun sesama rekan bermainnya. Melakukan wawancara terkait

bagaimana cara mereka mengatur keuangannya.

Terdengar sesekali mereka berdiskusi sambil terlihat sangat serius dalam menyusun pertanyaan yang akan

mereka tanyakan kepada khalayak "apakah bapak/ibu memiliki skala prioritas dalam mengelola

keuangannya? ".. "apakah bapak/ibu memiliki hutang dan bagaimana cara mengatur hutang tersebut

sehingga bapak/ibu tidak mengalami kebangkrutan? " Rangkaian pertanyaan mereka yang membuatku

bersyukur dan bangga memiliki murid yang mempunyai daya fikir yang analistis dan sistematis.

Waktu menunjukkan 10 menit berlalu. tersisa 20 menit terakhir pembelajaran hari ini. Saatnya mereka

keluar kelas dan berharap bertemu dengan para responden yang bersedia untuk melakukan wawancara.

Terlihat sekelompok murid bertemu dengan Bapak guru di ujung selasar kelas. Bersemangat

menyampaikan pertanyaan yang telah mereka susun. Sesekali terdengar suara tertawa mereka mungkin

ada hal lucu yang Bapak guru sampaikan. Sesekali juga terlihat anggukan kepala mereka menandakan

setuju apa yang Bapak guru utarakan.

Antusias para murid sangat baik, mereka belajar dan mengambil hikmah dari kegiatan interaksi ini. Mereka

mendapatkan pengetahuan tentang literasi finansial sedari dini, yang bisa membantu mereka

mempersiapkan kondisi keuangan yang kuat di masa depannya nanti.

Seperti bentuk pembelajaran lainnya, pendidikan keuangan sebaiknya dimulai sejak usia dini. Proses ini

juga harus berlanjut sepanjang hidup karena membantu kita memperoleh keterampilan yang diperlukan

untuk membuat keputusan keuangan yang tepat.

Mari sajikan hasil wawancaramu hari ini kawan dengan paparan singkat di pertemuan nanti. Semangat !!

"Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang

lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah

mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar"

QS surat Annisa ayat 9.

Comments