Dari Yang Biasa Menjadi Luar Biasa
Dari Yang Biasa Menjadi Luar Biasa
Oleh: Didi Abdul Azis, S.Pd.
“Perubahan adalah satu-satunya hal yang konstan, kesempurnaan adalah musuh kebaikan, dan semua kemajuan dalam hidup bergantung pada perubahan.” Saya selalu percaya bahwa suatu proses tidak akan menghianati hasil, keteguhan serta kesungguhan menjadi prinsip hidup untuk maju kedepan tentunya disertai dengan doa dan tawakal kepada Allah sang maha semesta, ini yang senantiasa saya pahamkan kepada siswa-siswa saya sebagai motivasi awal pembelajaran. Sebuat pengalawan berharga yang mengingatkan saya tentang betapa pentingnya mengajarkan hal ini kepada mereka.
Waktu itu, sejak pertama kali saya mengajar pelajaran Al Qur’an di SMPIT Darul Abidin saya mendapati siswa yang tidak bisa baca Al Qur’an dengan baik dan benar, suara yang pelan serta sifat pemalunya yang membuat saya sulit untuk berinteraksi dengan siswi tersebut sebut saja namanya Vita. Saya bisa melihat dari mimik wajah yang menunduk ketika diminta membaca menandakan vita siswi yang pemalu, akhirnya disetiap sesi pambelajaran vita selalu membaca terakhir dengan metode pembelajaran private individual. Saya begitu terkesan dengan sifat pemalunya, meskipun kadang ia merasa putus asa, saya merasa bangga dan bahagia karena usaha dan semangatnya dalam belajar Al Qur’an membuahkan hasil.
Selepas waktu pembelajaran Al Qur’an selesai, saya memberanikan diri untuk menghampirinya dan bertanya, “Apa yang menjadi kendala ananda begitu malu ketika diminta membaca Al Qur’an?” ternyata jawabannya adalah belum bisa baca dengan lancar. Akhirnya saya berdiskusi tentang bagaimana supaya percaya diri dan lancar ketika membaca Al Qur’an. Saya berikan beberapa tips untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam belajar, diantaranya Berpikir positif : Gantilah pikiran negatife dengan afirmasi positif. Percayalah pada kemampuan diri sendiri dan Fokus pada kemajuan yang telah dicapai, luangkan waktu untuk senantiasa mengulang-ulang pelajaran yang sudah dipelajari disekolah, perhatikan dan hafalkan materi pembelajaran yang diberikan. Alhamdulillah di bulan ke 3 ananda mendapati kemampuan yang begitu mengesankan, dengan tips yang diberikan ananda begitu menikmati dan lancar dengan cepat dalam membaca Al Qur’an.
Kisah Vita memberikan inspirasi dan motivasi bagi siswa siswi yang lain, tentunya banyak dari mereka bisa cepat membaca Al Quran dengan tips yang diberikan, mereka lebih banyak meluangkan waktu istrahat untuk membaca Al Quran, mengulang-ngulang materi pembelajaran di sela-sela istirahat dan tentunya dirumah. Kisah Vita menunjukan bahwa rasa malu adalah emosi yang memakan jiwa, dan kegigihan serta ketekunan adalah cara pandang mengubah sesuatu yang sulit menjadi mudah, sesuatu yang tidak bisa dipahami menjaadi bisa dipahami.
Sebagai guru, saya merasa terharu melihat bagaimana proses pembelajaran Vita yang awalnya malu kemudian tidak bisa membaca menjadi anak yang berani dan bisa baca Al Qur’an. Pengalaman ananda mengajarkan kepada kami semua bahwa belajar bukan tentang menjadi sempurna, melainkan tentang bagaimana kita merespon nasehat yang diberikan guru dengan baik dan tentunya semangat yang tidak pernah putus asa, dan semoga semangat ini akan membawa mereka ke masa depan yang indah.
Comments
Post a Comment