Menuju Tak Terbatas dan Melampauinya
Menuju Tak Terbatas dan Melampauinya
Oleh: Laila Fitri
Confucius mengatakan, "Perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah." Saya percaya bahwa apa yang kita perbuat, kebaikan yang dapat kita bagikan kepada orang lain, keberhasilan, berawal dari satu langkah kecil, satu langkah yang tidak pasti, tidak percaya diri, namun dengan keberanian dapat melakukan perjalanan setapak demi setapak sampai pada titik dimana semua menjadi indah.
Pemandangan sehari-hari saya ketika di perpustakaan adalah melihat 2 sampai 3 siswa yang selalu membaca buku. Dengan karakter yang berbeda-beda, 1 anak lebih menyukai buku-buku tentang ensiklopedia, satunya lebih sering membaca tentang sejarah, dan yang satu lagi lebih menyukai bacaan-bacaan komik ringan. Mereka adalah siswa inklusif di sekolah yang aktif sekali mengunjungi perpustakaan. Mungkin istilah yang tepatnya adalah tidak ada kata tidak untuk keperpustakaan setiap hari.
Ketika puas membaca atau sudah menyelesaikan bacaan yang mereka baca, ekspresi yang mereka tunjukkan beragam, mulai dari berputar-putar mengitari perpustakaan, berbicara kepada diri sendiri terkait bacaan yang dibaca, bahkan sampai melompat-lompat riang. Awalnya saya tidak memahami apa yang mereka lakukan, sampai akhirnya saya mengetahui hal itu, dan sekarang, saya selalu bilang,” Ah, berarti dia sudah menyelesaikan bacaannya”. Hihi.
Sebagai pustakawati, saya merasa jika dibanding dengan saya, mereka telah melampaui dan menuju dunia yang tidak terbatas melalui buku. Tidak ada yang dapat membatasi ruang imaji mereka dan buku. Bagi mereka buku itu menyenangkan, buku itu menarik untuk dilihat, dan buku itu terlalu sayang untuk dilewati. Ah , andai saja semua murid memiliki pandangan seperti itu terhadap buku, dan termasuk saya, hehe. Dan ini merupakan tantangan besar untuk saya bagaimana dapat mengubah pandangan siswa lain terhadap buku sehingga mereka juga dapat menjelajah buku tanpa batas.

Comments
Post a Comment