Nilai Pada Kertas Bukanlah Parameter Keberhasilan Seorang Siswa
Nilai Pada Kertas Bukanlah Parameter Keberhasilan Seorang Siswa
Oleh: Rika Wijayanti
Paragraf Pembuka :
“Hidup itu seperti naik sepeda agar tetap seimbang, kau harus tetap bergerak” – Albert Einstein.
Kalimat tersebut saya sampaikan kepada siswa saat saya akan mengajarkan IPA terutama
materi fisika untuk memotivasi mereka agar terus berusaha saat merasa dalam kesulitan. Sama
seperti menyayuh sepeda yang butuh usaha dan pasti merasakan lelah, namun saat kita
menghentikan mengayuh sepeda tersebut maka kita harus siap untuk jatuh atau tertinggal dari
yang lain. Begitupun saat belajar kadang kita merasa lelah dan ingin menyerah namun, perlu
diingat bahwa kita tetap harus berusaha untuk tetap mencoba walaupun harus berulang. Suatu
hari, saya menyaksikan semangat belajar seorang siswa yang luar biasa saat belajar walaupun
terkadang hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan harapannya
Paragraf Inti :
Sekitar 2 tahun yang lalu, saya memiliki seorang siswa yang sulit memahami pelajaran IPA
dengan materi usaha dan pesawat sederhana. Dia selalu duduk dibarisan paling depan dengan
membawa buku tulis berwarna merah. Dia selalu mecatat semua materi yang saya berikan dan
tidak sungkan untuk menanyakan materi yang masih kurang dia pahami. Terkadang walaupun
sudah diberikan penjelasan yang lebih sederhana dia masih sulit untuk memahami materi
tersebut, namun dia tidak pernah menyerah bahkan saat jam pelajaran sudah selesai dan
waktu istirahat dia suka menahan saya untuk membantu mengerjakan soal latihan yang belum
dia pahami. Sampai akhirnya saat waktu ulangan harian dia memperoleh nilai 75 dalam materi
fisika.
Paragraf Pengembang 1 :
Saat itu dia sangat senang mendapatkan nilai ulangan tersebut. Walapun nilai tersebut tidak
mencapai batasan nilai yang seharusnya, karena dia merasa itu nilai terbesar dia yang pernah
dia peroleh, dan saat itu teman sekelasnya memberikan apresiasi dengan memuji usaha yang
dia lakukan selama ini. Bahkan saat itu dia memberikan semangat kepada temannya yang
nilainya jauh lebih besar namun sedang merasa kurang puas. Kalimat yang daia ucapakan dan
masih saya ingat sampai saat ini adalah, “kita harus bersyukur atas apa yang sudah kita
dapatkan, mungkin tidak sesuai dengan ekspetasi orang lain namun saat kita sudah berusaha
sekuat tenaga artinya memang itu yang terbaik dimata Allah.”
Paragraf Pengembang 2 :
Sejak kejadian itu, pembelajaran dikelas tersebut menjadi lebih menarik. Karena setelah
kejadian tersebut siswa dikelas menjadi lebih semangat saat belajar dan juga siswa yang
memiliki kemampuan lebih unggul mau memberikan bantuan kepada temannya yang kesulitan,
serta saat ulangan nilai tidak menjadi hal yang membebani mereka, asalkan usaha yang meraka
lakukan sudah optimal. Kejadian tersbut merupakan momen manis yang saya selalu ingat
sampai saat ini.
Paragraf Penutup :
Pengalaman ini selalu membuat saya bersemangat membimbing dan memotivasi siswa.
Terutama saat siswa membutuhkan pendampingan lebih, walaupun terkadang merasa lelah
tapi percayalah waktu yang kita berikan bisa saja merubah siswa kita menjadi lebih baik. Saya
bangga mendampingi siswa yang memiliki usaha berjuang yang luar biasa hingga dia dapat
menjadi seorang yang hebat.
Comments
Post a Comment