Review Buku Being A Hyper Independence Person
Karya: Bayu Herkuncahyo
2023
Mandiri... sebuah kata yang sangat kita dambakan dalam setiap kesempatan.. belajar
mandiri tidak usah disuruh-suruh.. Mandiri Menyelesaikan masalahnya sendiri. ah siapa sih
yang engga kepengen jadi pribadi yang mandiri. Berbeda suasana ketika kita dipertemukan
dengan seseorang yang apa-apa "tolongin dong..." sedikit-sedikit "ini gimana sih.. kok aku
ga bisa".. aah berisik..!! terkadang situasi seperti itu membuat kita tak nyaman. malah
mengutuk kawan kita tersebut dengan sapaan si manjalah.. si yang paling repotinlah.. bla..
bla.. bla.
kamu seperti itu? ya biasa dalam hidup, menemukan dua kondisi yang berbeda.
Tapi hati-hati loch.. kalau kamu sudah "keterlaluan mandiri". dalam waktu yabg panjang
bisa membahayakan diri kamu sendiri. Situasi dimana kamu beranggapan tidak perlu ada
orang lain dan tidak butuh bantuan orang lain. Bahaya ga siih? ya bahaya donk.
Bahayanya dimana? orang yang Hyper Independence sangat tidak butuh orang lain,
menutup diri dari orang lain, sampai mereka-mereka ini beranggapan bila menerima
bantuan orang lain adalah sebuah kelemahan, dan mereka akan bersungguh-sungguh untuk
menolak uluran tangan orang lain. subhanallah. Resikonya mereka memiliki tingkat stress
yang tinggi, berujung depresi ketika mereka tak kunjung bertemu solusi.
Orang yang sangat mandiri cenderung mengandalkan diri mereka sendiri untuk
mendapatkan dukungan dan pemecahan masalah. Ketergantungan yang terbatas pada
orang lain ini dapat menciptakan rasa jarak atau keterpisahan dalam hubungan. Mereka
mungkin cenderung tidak meminta bantuan, nasihat, atau dukungan emosional kepada
pasangan, teman, atau anggota keluarga mereka. Orang yang mengalami hal ini pasti ada
penyebabnya.
Bagaimana mengatasi hiper-kemandirian Kenali kapasitas Anda untuk percaya: Perhatikan
cara-cara kecil Anda memercayai diri sendiri dan orang lain setiap hari. ... Praktekkan
pengampunan: Jika seseorang merusak kepercayaan Anda di masa lalu, cobalah bergerak
ke arah pengampunan.
Sikap mandiri berlebih atau hyper independence bisa disebabkan oleh beberapa faktor, di
antaranya: Trauma masa lalu, Kebutuhan inti yang tidak terpenuhi saat anak-anak, Tumbuh
tanpa orang dewasa yang dapat diandalkan, Rasa takut dikhianati atau dikecewakan.
Beberapa ciri-ciri orang yang mengalami hyper independence adalah:
Sulit menerima bantuan dari orang lain, Menghindari ketergantungan emosional, Fokus
berlebihan pada karier, Cenderung perfeksionis, Menolak untuk meminta bantuan, Sulit
menerima kegagalan
Hyper independence dapat berdampak pada kesehatan mental, seperti luka emosional,
depresi, dan kesepian. Kondisi ini juga dapat berdampak pada kesehatan fisik, seperti
kelelahan mental dan hilangnya keseimbangan hidup.
Lalu bagaimana mengatasi sikap Hyper-Independence? Salah satu cara yang bisa dilakukan
untuk mengatasi masalah Hyper-Independence adalah dengan memulai belajar mengelola
rasa kecewa, serta membangun kembali rasa percaya pada orang lain. lalu cobalah untuk
menantang diri dengan meminta bantuan kecil pada orang lain.
Yakinlah bahwa dukungan tersedia, uluran tangan selalu ada. Tidak ada salahnya meminta,
daripada memforsir dan tersiksa. Sebab pada hakikatnya manusia merupakan makhluk
sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Jika keadaan belum membaik jua, cobalah konsultasi
melalui layanan psikologi
Bismillah yang sehat yaa jiwa..!!

Comments
Post a Comment