Unik Menarik (Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi)
Unik Menarik (Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi)
Oleh: Mukhlis Hidayatuloh, S.Pd.
Tomlinson mengatakan bahwa pembelajaran berdiferensiasi adalah upaya untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas dengan kebutuhan belajar setiap peserta didik. (Carl Ann Tomlinson)
Peserta didik adalah insan manusia yang unik. Mereka tidak dapat diperlakukan seperti benda mati yang dapat dikendalikan semaunya oleh orang lain. Mereka memiliki kesiapan belajar, minat, dan profil belajar. Perbedaan ini membuat guru harus menggunakan metode maupun model pembelajaran yang tepat sesuai kebutuhan siswa. Pada pertemuan kedua pembelajaran PAI dilevel 7 Bab 3 dengan judul menghadirkan shalat dan zikir dalam kehidupan, saya mencoba pembelajaran dengan metode diferensiasi. Hal ini saya lakukan karena uniknya gaya belajar yang dimiliki anak-anak disetiap kelas dan materi shalat dan zikir selama ini hanya menggunakan strategi praktik dan metode ceramah.
Saya ingin mencoba sesuatu yang berbeda Dengan materi ini, akhirnya saya memutuskan untuk memilih strategi pembelajaran Diferensiasi, karena menurut saya layak untuk diterapkan kepada peserta didik.
Dipertemuan sebelumnya, saya melakukan tes diagnostik gaya belajar peserta didik dengan menggunakan pernyataan dalam bentuk angket. Setelah selesai, saya kelompokan peserta didik berdasarkan gaya belajarnya.
Pembelajaran dipertemuan ketiga akhirnya dimulai. Ketika saya masuk kelas, seperti biasa pembelajaran kita awali dengan do’a setelah itu dilanjutkan dengan literasi (tilawah khataman). Dalam tahapan opener ini saya mencoba menanyakan kepada peserta didik “Menurut kalian mengapa shalat itu penting?”, Salah satu peserta didik menjawab “supaya masuk surga, pak”. Jawaban tersebut mudah untuk diucapkan padahal jika mereka menyadari makna yang terkandung dalam Jawaban tersebut mungkin mereka akan berpikir ulang untuk memilih opsi tersebut. Bagi saya respon peserta didik adalah acuan untuk tercapainya tujuan pembelajaran.
Ice breaking di materi ini saya coba dengan nyanyian rukun islam yg saya modifikasi, peserta didik sangat antusias karena saya memadukannya dengan gerakan yang unik. hal ini saya lakukan karena supaya peserta didik semangat dan tetap konsentrasi.
Kegiatan inti pembelajaran dilakukan dengan pembagian kelompok berdasarkan gaya belajar (audio, visual dan kinestetik). Tugas kelompok disesuaikan berdasarkan gaya belajar kelompok audio memahami shalat dan zikir melalui cerita inspiratif tokoh-tokoh islam, kelompok visual menjodohkan gambar gerakan shalat dan nama gerakannya, dan kelompok kinestetik mereka mempraktikkan gerakan shalat.

Comments
Post a Comment