Rencana terbaik





 Rencana terbaik

Oleh: Amelia Khairina

Pagi hari saat kereta jurusan Jakarta kota sudah kunaiki, diriku teringat arti surah Altaghabun [64]: 3, Alquran juga menyebutkan bahwa Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling baik. Diri ini menjadi berpikir bahwa buat apa risau dengan urusan dunia terus ya, padahal sudah ada yang atur oleh sang maha pengatur. Suara ngilu roda kereta yang bergesekan dengan rel seakan menjadi pengingat bahwa hidup ini terus bergerak, tak pernah berhenti. Jika Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling baik dan sempurna, mengapa aku masih sibuk dengan kekhawatiran yang belum tentu terjadi?

Isi kepalaku menuju ke ayat lain, "Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Dia akan mencukupinya." (At-Talaq: 3). Hatiku terasa lebih tenang. Mungkin, yang perlu kulakukan bukanlah mencari kepastian atas segala sesuatu, melainkan berusaha dengan ikhlas dan menyerahkan hasilnya kepada-Nya. Suara Announcement kereta terus kudengarkan sampai suara stasiun depok baru bersuara di telingaku. Usia 30 memang banyak drama kehidupannya,  bahkan kadang hati dan kepala sering overthinking saat 23.00 malam hingga subuh menjelang. Penumpang kereta semakin mendekati stasiun tujuan semakin padat. Hiruk-pikuk penumpang minta diberi jalan untuk turun sudah menanti. Namun kali ini, aku melangkah dengan hati yang lebih ringan, menyadari bahwa aku tidak pernah benar-benar sendiri dalam perjalanan hidup ini.


Comments