Dulu VS Sekarang : Sebuah Renungan Kehidupan



Dulu VS Sekarang : Sebuah Renungan Kehidupan

Oleh: MHD


Ada yang ngerasa gak pola kehidupan zaman dulu sama zaman sekarang beda banget? Pasti lah yaa … Terkadang saya suka berpikir “Bagaimana menghadapi tantangan zaman seperti ini?! yang begini, begitu, ada ini, ada itu ….” Pola kehidupan zaman sekarang memang hampir tidak relate dengan apa yang kita alami waktu kecil dulu, ditambah lagi perkembangan dunia digital yang pesat, membuat kita harus banyak adaptasi dengan pola kehidupan yang modern serba digital ini. Rasanya belum bisa move on dengan pola kehidupan era orangtua kita dulu disaat kita masih kecil. Jika dibandingkan mungkin banyak nilai plusnya jaman kecil dulu ya. Jika kita amati pola kehidupan era orangtua dulu tidak banyak distraksi eksternal yang mempengaruhi gaya hidupnya, kalaupun ada paling dari lingkungan sekitar, tetangga, teman kerja/ teman main, dari sumber medianya pun juga terbatas hanya yang bersumber dari TV, VCD & Radio itu pun tidak semua warga punya dan tontonannya juga tidak terlalu variatif seperti zaman sekarang. Sehingga ada beberapa orang yang berkata orang-orang jaman dulu banyak yang sukses karena proses hidup yang dijalaninya fokus tidak banyak distraksi. Sebenarnya hidup kita baik-baik saja, sampai datang SosMed yang mengabarkan bahwa kita kurang ini dan itu. dan hal inilah yang menjadi problematika kita di zaman sekarang.

Media sosial sering kali menciptakan standar kebahagiaan dan kesuksesan yang membuat banyak orang merasa tertinggal atau tidak cukup baik. Gaya hidup yang meningkat tanpa diimbangi dengan kemampuan finansial akhirnya mendorong seseorang untuk berhutang, salah satunya melalui pinjol (pinjaman online). Hutang yang menumpuk dan tak mampu dibayar sering kali berujung pada keputusasaan, bahkan hingga bunuh diri. Belum lagi kecanduan judol (judi online) yang semakin merajalela. Media sosial juga menawarkan pola hidup serba instan, yang pada akhirnya melemahkan mental dan membuat kebanyakan anak muda tidak tahan menghadapi ujian serta kerasnya hidup. Ditambah dengan fenomena bullying yang semakin marak, sehingga tekanan yang dirasakan anak muda saat ini semakin besar.

bagaikan pisau jika kita bisa menggunakan dengan baik, maka akan baik, jika tidak bisa, maka akan celaka


Comments