Ramadhan Ku Rindu




                                                                        RAMADHAN KU RINDU

                                                                                Oleh : Trimanto


 Ramadhan selalu menjadi bulan yang penuh makna, dengan suasana yang membawa kedamaian hati. Cerita Ramadhan selalu terasa istimewa karena di bulan ini, banyak sekali kenangan indah yang tercipta bersama keluarga dan orang-orang terdekat.

 Aku teringat ketika masih kecil, setiap Ramadhan terasa penuh dengan kebahagiaan. Mulai dari menunggu waktu berbuka yang penuh dengan harapan, hingga saat-saat sahur yang penuh tawa dan kebersamaan. Tidak jarang, kami menyambut berbuka dengan makanan yang sederhana tapi terasa begitu nikmat, karena semua itu dilakukan dengan hati yang penuh syukur.

 Selain itu, ada kebiasaan mendengarkan takbir bersama keluarga, yang rasanya begitu menyentuh. Ketika malam tiba, teriakan takbir di masjid terdengar begitu menggema, menandakan bahwa malam kemenangan sudah dekat. Terkadang, aku merasa seperti bagian dari sesuatu yang lebih besar, di mana setiap orang saling menghargai dan berbagi kebaikan.

 Aku sangat memahami rasa rindu itu, Ramadhan, dengan segala keistimewaan dan kedamaian yang dibawanya, memang selalu meninggalkan kesan yang mendalam. Ada banyak kenangan yang membuat hati ini teringat pada bulan yang penuh berkah itu.

 Aku teringat pada suasana pagi yang tenang, saat bulan Ramadhan dimulai. Waktu sahur, rumah terasa lebih hidup dengan suara-suara kecil, seperti ibu yang membangunkan semua orang untuk makan sahur, atau suara sendok yang mengaduk makanan. Meskipun lelah karena bangun lebih pagi, ada perasaan hangat dan penuh semangat menyambut hari yang penuh berkah.

 Dan tentu saja, momen berbuka puasa adalah yang paling ditunggu. Setiap hari menunggu waktu maghrib dengan penuh harap, kadang-kadang bersama teman-teman atau keluarga, berkumpul bersama menikmati makanan sederhana namun terasa begitu nikmat. Bahkan, ada perasaan kebersamaan yang begitu kuat—bahwa meskipun kami mungkin sibuk dengan kehidupan masing-masing, Ramadhan mengingatkan kita untuk selalu meluangkan waktu bersama.

 Yang kurindukan juga adalah suasana malam-malam Ramadhan. Setelah shalat tarawih, banyak orang yang masih berkumpul di masjid atau di sekitar rumah, berbicara dengan lembut tentang kebaikan dan harapan. Kadang aku merasa ada ketenangan yang begitu mendalam di bulan ini, yang membuat semua menjadi lebih berarti.


 Ada begitu banyak hal yang kurindukan lagi dari Ramadhan, bukan hanya karena ibadahnya, tetapi juga karena energi kebersamaannya. Ada rasa syukur yang begitu mendalam di bulan ini. Semoga kita diberikan kesempatan kembali merasakan Ramadhan tahun ini.


Comments