Ku Tak Kan Lelah Menggapai Syurga

 



Ku Tak Kan Lelah Menggapai Syurga

Di sebuah rumah sederhana di pinggir desa, seorang pemuda duduk termenung. Matanya sayu, tangannya memegang mushaf yang terbuka. Dari belakang, ibunya mendekat sambil tersenyum lembut.

Ibu: “Kenapa murung, Nak? Wajahmu seperti langit mendung.”

Pemuda: menarik napas panjang “Bu… kadang aku takut. Dosaku banyak. Shalatku sering terlambat, baca Qur’an masih terbata. Bagaimana mungkin aku bisa sampai ke syurga?”

Ibunya duduk di sampingnya, menepuk lembut bahunya.

Ibu: “Nak, jalan ke syurga memang panjang. Tapi jangan pernah lelah. Allah lebih sayang pada hamba yang terus bangkit daripada yang putus asa.”

pemuda itu terdiam terdiam. Matanya berkaca-kaca.

Pemuda: “Tapi Bu… aku sering jatuh. Kadang aku merasa tak pantas.”

Ibu: tersenyum “Ingat, Nak. Syurga bukan untuk orang yang tak pernah salah, tapi untuk orang yang tak berhenti kembali kepada Allah. Kau jatuh, bangkitlah. Kau salah, bertobatlah. Jangan berhenti.”

Malam itu, setelah tahajud, sang pemuda berdoa dengan suara bergetar:

Pemuda: “Ya Allah… aku lemah, aku banyak salah. Tapi aku takkan lelah. Walau langkahku goyah, aku ingin terus menuju syurga-Mu.”

Air matanya menetes. Hatinya terasa ringan. Ia tahu, perjuangan belum selesai. Namun ia bertekad, selama napas masih berhembus, ia akan terus melangkah.

Dan sejak malam itu, setiap kali ia merasa jatuh, ia teringat kata ibunya:
“Nak, jangan pernah lelah… Syurga itu INDAH.


Comments