Review Buku : Laut Bercerita
Review buku
Fani Adiawati, S.Pd.
Judul : Laut Bercerita
Penulis : Leila S. Chudori
Penerbit : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Tahun Terbit : Cetakan Kedua, Desember 2017
Jumlah Halaman : 379 halaman
Buku ini menceritakan tentang kekejaman yang dirasakan aktivis mahasiswa pada zaman Orde Baru. Tokoh utama dalam buku ini Adalah seorang mahasiswa Bernama Biru Laut yang merupakan mahasiswa sastra inggris di Universitas Negeri Yogyakarta. Ia bergabung dengan organisasi Wiantra sebagai wadah untuk berdiskusi mengenai buku-buku terlarang yang dibaca serta melakukan perencanaan untuk menentang pemerintah yang sudah berkuasa lebih dari 30 tahun. Ia juga menjadi penulis serta translator dari bahasa inggris ke bahasa Indonesia.
Kegiatan yang ia lakukan bersama teman-temannya justru membawa mereka dalam kekejaman pada zaman itu. Saat mereka hendak melakukan aksi untuk membela rakyat, mereka justru diculik, dan disiksa dengan tidak manusiawi. Sejak itu Laut yang kehadirannya selalu ditunggu-tunggu oleh keluarga, tidak pernah lagi kembali pulang dan tidak pernah diketahui keberadaannya.
Dari novel ini, banyak sekali hal yang dapat dipetik bagi kita terutama para pemuda. Saat ini minim sekali pemuda yang memiliki jiwa nasionalis layaknya Biru dan teman-temannya. Tidak hanya rasa nasionalisnya saja, tetapi kebiasaan baik seperti membaca buku atau berdiskusi juga ikut memudar di zaman ini. Apakah sejatinya kita sudah merasa merdeka dan tidak perlu lagi melakukannya? Tentu saja itu tidak benar. Karena menjaga kemerdekaan ini dari penjajahan bangsa asing maupun bangsa sendiri, nyatanya lebih sulit untuk dilakukan karena kita sudah terlanjur terlena dengan kenikmatan.
Comments
Post a Comment