Thufaan Al-Aqsa The Fight For Freedom
Thufaan Al-Aqsa The Fight For Freedom
Oleh Nur Afifah, S.Si.
Judul: Thufaan Al-Aqsa The Fight For Freedom
Penulis: Amar Ar Risalah
Penerbit: Gensa Berilmu
Editor: Aan Wulandari
Tahun Terbit: 2024
Tebal Halaman: 252 halaman
Menciptakan Sejarah
Pada 7 Oktober 2023 Hamas melancarkan serangan tidak terduga secara besar-besaran kepada Israel yang disebut sebagai ‘Thufan al-Aqsa’. Thufan al-Aqsa adalah operasi atau pertempuran dari perjuangan panjang kemerdekaan Palestina dan Pembebasan Masjid al-Aqsa. Pagi hari semua orang bingung apa yang terjadi dengan Israel. Pihak Hamas melancarkan roket yang jumlahnya cukup banyak dalam durasi yang singkat. Kendaraan para mujahidin sudah mendarat di kota dan pemukiman Israel. Tindakan pasukan tentara muqawamah masuk melalui Motorized Paragliders secara mengejutkan melumpuhkan pertahanan dan benteng tentara musuh yang seketika rapuh. Strategi ini memerlukan keberanian dan persiapan yang baik dan tepat. Mereka telah melenyapkan satu mitos yaitu Israel tidak mungkin dikalahkan.
Janji Allah Nyata
“Dan Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu, Kamu pasti akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar” (QS. Al Isra: 4).
“Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana” (QS. Al Isra: 5).
“Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak, dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar” (QS. Al Isra: 6).
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. Apabila datang saat hukuman (kejahatan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid (Masjidil Aqsa), sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai” (QS. Al Isra: 7).
Syekh Imran Hosein membaca ayat ini dalam konteks eskatologi:
Kerusakan pertama: Penolakan terhadap Nabi Isa AS, simbol penolakan terhadap kasih dan keadilan Ilahi.
Kerusakannya kedua: Zionisme modern, pendudukan atas Palestina, sistem ribawi global, kontrol informasi, dan proyek supremasi dunia yang menindas.
Dalam tafsirnya, “hamba-hamba Kami yang perkasa” adalah Imam Mahdi dan Nabi Isa AS di akhir zaman, yang akan mengakhiri kesombongan kedua dengan kehancuran total, sebagaimana janji Allah.
Membangun Narasi Palsu
Narasi palsu tersebar di kalangan barat, islamophobia ditanamkan dengan mengatakan serangan yang dilakukan oleh Hamas kepada Israel adalah serangan teroris. Faktanya serangan tersebut terjadi karena kebebasan bangsa dan hak tanah Palestina dirampas secara paksa, mereka diusir dari tanah air Palestina. Banyaknya kejahatan yang dilakukan oleh tentara bersenjata Zionis. Namun Allah berkehendak lain, satu demi satu isu terbongkar dan terbukti salah.
Berdasarkan Al Quran Allah berfirman bahwa tanah Palestina dan Baitul Maqdis adalah tempat yang penuh berkah ketika Rasulullah SAW mi'raj dari Sidratul muntaha. Maka menjadi kewajiban kita sebagai umat Muslim untuk menjaga dan mempertahankan tanah Palestina dan Baitul Maqdis.
Tugas Pertama Generasi Kita
Bukankah kita selalu iri pada generasi Umar bin Khattab, yang punya tugas membebaskan Syam, Persia, Yaman, dan Mesir? Lalu Allah mudahkan mereka membebaskannya dari cengkeraman penjajah. Bukankah kita selalu terpana setiap kali mendengar kisah Thariq bin Ziyad membebaskan Eropa Barat? Kita seakan merindukan kembali apa sebenarnya tugas generasi kita. Bukankah kita ini selalu bertanya bagaimana cara menghasilkan lagi generasi Shalahuddin, yang ketika melihat kubah emas Qubbatus-Sakhrah, segera sadar bahwa tugas generasi mereka sudah digariskan oleh Allah?
Generasi kita bukanlah generasi lemah tanpa tujuan. Generasi kita adalah generasi kuat, yang sadar bahwa tujuan kita adalah membebaskan Al-Aqsa. Hanya saja kita sempat lalai dengan banyaknya fasilitas dunia dan ditampar oleh kerasnya deru Thuufanul Aqsa! Kini ada saudara kita, menggantikan kita, menggugurkan tugas bersama untuk berjihad fardhu kifayah, di bumi Ribath Asqalan dan Masjidil Aqsa. Tugas kita yaitu mendukung dari jarak jauh.
Mendukung dengan harta: kita berinfak, memberikan mereka jaminan makanan dan pembangunan kembali negeri mereka yang hancur. Dengan harta kita bisa membangun kembali kehidupan dari reruntuhan yang sangat luas di Gaza. Mendukung dengan berhenti membeli barang-barang yang keuntungannya masuk ke dalam negara penjajah, yang dipakai untuk membangun negaranya, menggaji tentara, sampai membeli dan membuat senjatanya.
Mendukung dengan menyebarkan berita agar orang yang merasa hidupnya begitu merdeka, akhirnya tahu bahwa ia sebenarnya dijajah. Agar ia tahu bahwa ada yang berusaha membuatnya lupa tentang Al-Aqsa, lupa tentang tugas generasinya. Bahwa tugas pertama kita adalah menyampaikan pesan kepada mereka yang selalu lalai, tenggelam dalam hiburan, musik, dan hanya sibuk dengan dirinva sendiri: dengan maksiat. Na'udzubillah.
Comments
Post a Comment